Wudhu Orang Bertato
Deskripsi Pertanyaan / Kasus Masalah
Tashawwur al-Mas'alah (تصور المسألة)
Apakah tato menyebabkan wudhu dan shalat seseorang tidak sah?
Keputusan & Rumusan Hukum
Al-Hukmu wa al-Khatimah (الحكم والخاتمة)
Hukum tato perlu dibedakan antara proses membuat tato dan keberadaan warna/tanda tato setelah berada di bawah kulit. Jika tinta tato telah berada di bawah kulit dan tidak membentuk lapisan yang menghalangi air, keberadaan warnanya tidak otomatis menyebabkan air wudhu tidak sampai ke kulit. Namun tindakan membuat tato sendiri memiliki pembahasan hukum tersendiri.
Dasar Hukum & Nash Ibaraat Kitab
Al-Ibarat min Kutub as-Salaf (العبارة من كتب السلف)
الْوَشْمُ حَرَامٌ، وَلَكِنْ لَا يَمْنَعُ صِحَّةَ الْوُضُوءِ وَالصَّلَاةِ إِذَا كَانَ اللَّوْنُ تَحْتَ الْجِلْدِ وَلَمْ يَكُنْ عَلَى ظَاهِرِ الْبَشَرَةِ جِرْمٌ كَثِيفٌ يَمْنَعُ وُصُولَ الْمَاءِ، مَعَ صُعُوبَةِ إِزَالَتِهِ إِلَّا بِضَرَرٍ.
Maraji' / Rujukan Kitab:
NU Online, Hukum Shalat Orang Bertato, Sahkah?; Fath al-Mu'in; Tuhfat al-Muhtaj