Najis Hukmiyah di Lantai, Apakah Cukup Dipel?
Deskripsi Pertanyaan / Kasus Masalah
Tashawwur al-Mas'alah (تصور المسألة)
Jika lantai terkena najis tetapi najis tersebut sudah tidak terlihat, apakah cukup dibersihkan dengan mengepel atau harus disiram menggunakan air?
Keputusan & Rumusan Hukum
Al-Hukmu wa al-Khatimah (الحكم والخاتمة)
Dalam fikih Syafi'i, najis yang telah hilang bentuk, warna, bau, dan rasanya tetapi hukumnya masih melekat disebut najis hukmiyah. Cara menyucikannya adalah dengan mengalirkan air pada tempat yang terkena najis sehingga air mengenai bagian yang terkena najis. Karena itu, sekadar mengelap dengan kain yang tidak membuat air mengenai tempat najis belum dianggap sebagai proses penyucian yang sempurna.
Dasar Hukum & Nash Ibaraat Kitab
Al-Ibarat min Kutub as-Salaf (العبارة من كتب السلف)
وَالنَّجَاسَةُ الْحُكْمِيَّةُ هِيَ الَّتِي لَا يُدْرَكُ لَهَا عَيْنٌ وَلَا رِيحٌ وَلَا طَعْمٌ وَلَا لَوْنٌ، وَيَكْفِي فِي تَطْهِيرِهَا جَرْيُ الْمَاءِ عَلَى الْمَحَلِّ مَرَّةً وَاحِدَةً، فَلَا يَكْفِي مُجَرَّدُ مَسْحِهَا بِخِرْقَةٍ مُبْتَلَّةٍ مِنْ غَيْرِ إِسَالَةِ مَاءٍ.
Maraji' / Rujukan Kitab:
NU Online, Najis Hukmiyah di Lantai: Cukup Dipel atau Harus Disiram?; Fath al-Mu'in; Tuhfat al-Muhtaj; Nihayat al-Muhtaj