Hukum Wanita Haidh Membaca Al-Qur'an dan Menyentuh Mushaf Terjemahan
Deskripsi Pertanyaan / Kasus Masalah
Tashawwur al-Mas'alah (تصور المسألة)
Bolehkah wanita yang sedang haidh membaca ayat Al-Qur'an untuk hafalan (muroja'ah), atau menyentuh mushaf Al-Qur'an terjemahan?
Keputusan & Rumusan Hukum
Al-Hukmu wa al-Khatimah (الحكم والخاتمة)
1. Membaca Al-Qur'an bagi wanita haidh dengan niat membaca Al-Qur'an murni hukumnya HARAM dalam Madzhab Syafi'i. Kecuali jika diniatkan untuk DZIKIR (seperti membaca Basmalah, Hamdalah, Ayat Kursi untuk perlindungan).
2. Menyentuh mushaf Al-Qur'an terjemahan: Jika jumlah kata terjemahan bahasa Indonesia lebih banyak dibanding teks Arab Al-Qur'annya, maka DIPERBOLEHKAN disentuh oleh orang yang berhadats/haidh.
2. Menyentuh mushaf Al-Qur'an terjemahan: Jika jumlah kata terjemahan bahasa Indonesia lebih banyak dibanding teks Arab Al-Qur'annya, maka DIPERBOLEHKAN disentuh oleh orang yang berhadats/haidh.
Dasar Hukum & Nash Ibaraat Kitab
Al-Ibarat min Kutub as-Salaf (العبارة من كتب السلف)
وَأَمَّا المُصْحَفُ المَتْرَجَمُ فَإِنْ كَانَتِ التَّرْجَمَةُ أَكْثَرَ مِنَ القُرْآنِ جَازَ مَسُّهُ وَحَمْلُهُ لِلْمُحْدِثِ.
Maraji' / Rujukan Kitab:
Fathul Qarib Al-Mujib Hal. 10; Nihayatut Zain Hal. 32; Pustaka Fiqh NU