Koleksi Kutubus Sittah (Shahih Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah) dilengkapi matan Arab, transliterasi, terjemahan, & penilaian ulama.
"Telah menceritakan kepada kami [Adam] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dza'bi] dari [Az Zuhriy] dari ['Urwah] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] berkata: "Aku belum pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat sunnat Dhuha. Adapun aku mengerjakannya"
"Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami ['Abbas Al Jurairiy] dia adalah anak dari Farrukh dari [Abu 'Utsman An-Nahdiy] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata: "Kekasihku (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia, yaitu shaum tiga hari pada setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur dengan shalat witir terlebih dahulu"
"Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Al Ja'di] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Anas bin Sirin] berkata, aku mendengar [Anas bin Malik Al Anshariy radliallahu 'anhu] berkata; "Ada seorang laki-laki yang berbadan besar dari Kaum Anshar berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; "Aku tidak dapat shalat bersama anda". Kemudian ia menyiapkan makanan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu dia mengundang Beliau shallallahu 'alaihi wasallam ke rumahnya, kemudian Beliau memercikkan air pada sisi tikar lalu Beliau shallallahu 'alaihi wasallam shalat dua raka'at diatasnya". Berkata fulan bin fulan bin Al Jarud kepada Anas bin Malik radliallahu 'anhu; "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tadi melaksanakan shalat Dhuha'? Anas bin Malik radliallahu 'anhu menjawab: "Aku belum pernah melihat Beliau mengerjakannya kecuali pada hari itu"
"Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari ['Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu] berkata; "Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka'at yaitu; dua raka'at sebelum shalat Zhuhur, dua raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah shalat Maghrib di rumah Beliau, dua raka'at sesudah shalat 'Isya' di rumah Beliau dan dua raka'at sebelum shalat Shubuh, dan pada pelaksanaan shalat ini tidak ada waktu senggang buat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ". Telah menceritakan kepada saya [Hafshah]: "Bahwasanya bila mu'adzin sudah mengumandangkan adzan dan fajar sudah terbit, Beliau shalat dua raka'at"
"Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari ['Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhu] berkata; "Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka'at yaitu; dua raka'at sebelum shalat Zhuhur, dua raka'at sesudahnya, dua raka'at sesudah shalat Maghrib di rumah Beliau, dua raka'at sesudah shalat 'Isya' di rumah Beliau dan dua raka'at sebelum shalat Shubuh, dan pada pelaksanaan shalat ini tidak ada waktu senggang buat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ". Telah menceritakan kepada saya [Hafshah]: "Bahwasanya bila mu'adzin sudah mengumandangkan adzan dan fajar sudah terbit, Beliau shalat dua raka'at"
"Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Ibrahim bin Muhammad bin Al Muntasyir] dari [bapaknya] dari ['Aisyah radliallahu 'anha] bahwa "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat reka'at sebelum Zhuhur dan dua raka'at sebelum shalat Shubuh". Hadits ini diriwayatkan pula oleh [Ibnu Abu 'Adiy] dan ['Amru] dari [Syu'bah]"
"Telah menceritakan kepada kami [Abu Ma'mar] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Warits] dari [Al Hasan] dari ['Abdullah bin Buraidah] berkata, telah menceritakan kepada saya ['Abdullah Al Muzaniy] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalatlah sebelum shalat Maghrib!". Beliau berkata, pada kali ketiganya: "Bagi siapa yang mau". Hal ini Beliau sampaikan karena khawatir nanti orang-orang akan menjadikannya sebagai sunnah"
"Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yazid] -dia adalah Al Muqriy- berkata, telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Ayyub] berkata, telah menceritakan kepada saya [Yazid bin Abu Habib] berkata; Aku mendengar [Martsad bin 'Abdullah Al Yazaniy] berkata; "Aku menemui ['Uqbah bin 'Amir Al Juhaniy] lalu aku berkata kepadanya: "Apakah kamu tidak heran terhadap Abu Tamim yang dia shalat dua raka'at sebelum shalat Maghrib? Maka ('Uqbah) menjawab: "Kami dulu juga melakukannya pada masa hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ". Aku berkata: "Lalu apa yang menghalangimu dari mengerjakannya sekarang?" Dia menjawab: "Kesibukan"
"Telah menceritakan kepada saya [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Syihab] berkata, telah mengabarkan kepada saya [Mahmud bin Ar-Rab' Al Anshary] bahwasanya dia mengingat kejadian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diantaranya Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyemburkan air dari mulut Beliau kepadanya dari air yang ada di sumur yang berada di rumah mereka. Mahmud mengabarkan bahwa dia mendengar ['Itban bin Malik Al Anshariy radliallahu 'anhu] seorang shahabat yang pernah mengikuti perang Badar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Aku sering memimpin shalat kaumku Bali Salim sedanglan tempat aku dan mereka dipisahkan oleh lembah yang apabila turun hujan akan menghalangi aku mengunjungi masjid mereka. Maka aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku berkata kepada Beliau: "Pandanganku sudah buruk, sementara lembah yang ada antara aku dan kaumku saat turun hujan akan menghalangiku mengunjungi mereka. Maka aku menginginkan anda dapat mengunjungi aku lalu shalat di rumahku yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat. Maka berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Akan saya penuhi". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar berangkat ketika siang hari lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta izin, maka aku izinkan. Beliau tidaklah duduk hingga Beliau berkata: "Mana tempat yang kau sukai untuk aku shalat di rumahmu?" Maka Beliau aku tunjukkan tempat yang aku sukai untuk aku shalat disana. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri lalu bertakbir. Dan kami pun berdiri membuat shaf di belakang Beliau, lalu Beliau shalat dua raka'at kemudian memberi salam dan kami pun memberi salam ketika Beliau memberi salam. Lalu aku tahan Beliau dengan menyuguhkan makanan dari daging yang kami masak untuk Beliau. Kemudian orang-orang mendengar kehadiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di rumahku. Lalu ada seorang diantara mereka yang mengabarkan sehingga orang-orang bertambah banyak yang berkumpul di rumahku. Berkata seorang dari mereka: "Apa yang dilakukan aku tidak setuju". Lalu ada seorang dari mereka yang berkata: "Inilah munafiq, yang tidak mencintai Allah dan RasulNya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata.: "Janganlah kamu ucapkan seperti itu. Bukankan kamu tahu dia telah mengucapkan laa ilaaha illallah dengan semata mengharap ridha Allah?" Orang itu berkata: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu". Adapun kami, demi Allah 'tidaklah kami melihat kecintaan dan ucapan Beliau ini kecuali untuk orang Munafiqin. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap ridha Allah ". Berkata, Mahmud bin Ar-Rabi': "Kemudian kisah ini aku ceritakan kepada kaum yang dikampung itu terdapat ada Abu Ayyub yang pernah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam perang yang Beliau lakukan yang ia menjadi wafat karenanya dan Yazid bin Mu'awiyah yang saat itu menjadi pemimpin mereka dibumi Rum. Maka Abu Ayyub mengingkari apa yang aku ceritakan seraya berkata: "Demi Allah, aku tidak percaya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan seperti yang kamu ceritakan". Pernyataan Abu Ayyub ini membuat aku sangat berat menerimanya sehingga aku serahkan diriku kepada Allah Ta'ala agar menyelamatkan aku sampai aku kembali dari perangku ini dengan tujuan agar aku bisa menanyakan hal ini kepada 'Itban bin Malik radliallahu 'anhu jika aku menjumpainya masih hidup di masjid kaumnya. Maka aku kembali lalu aku bertalbiyah (memulai) hajji dan 'umrah. Setelah itu aku pergi berjalan hingga sampai di kota Madinah. Kemudian aku mendatangi Bani Salim, disana aku jumpai 'Itban dalam kondisi yang sudah sangat tua dan telah buta matanya sedang shalat bersama kaumnya. Setelah selesai salam dari shalatnya aku memberi salam kepadanya lalu aku memberi tahu siapa aku lalu aku bertanya kepadanya tentang kisah yang aku maksud. Maka dia menceritakan kepadaku sebagaimana dia pernah menceritakan kali pertama dulu"
"Telah menceritakan kepada saya [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Syihab] berkata, telah mengabarkan kepada saya [Mahmud bin Ar-Rab' Al Anshary] bahwasanya dia mengingat kejadian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam diantaranya Beliau shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyemburkan air dari mulut Beliau kepadanya dari air yang ada di sumur yang berada di rumah mereka. Mahmud mengabarkan bahwa dia mendengar ['Itban bin Malik Al Anshariy radliallahu 'anhu] seorang shahabat yang pernah mengikuti perang Badar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Aku sering memimpin shalat kaumku Bali Salim sedanglan tempat aku dan mereka dipisahkan oleh lembah yang apabila turun hujan akan menghalangi aku mengunjungi masjid mereka. Maka aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku berkata kepada Beliau: "Pandanganku sudah buruk, sementara lembah yang ada antara aku dan kaumku saat turun hujan akan menghalangiku mengunjungi mereka. Maka aku menginginkan anda dapat mengunjungi aku lalu shalat di rumahku yang akan aku jadikan sebagai tempat shalat. Maka berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Akan saya penuhi". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar berangkat ketika siang hari lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta izin, maka aku izinkan. Beliau tidaklah duduk hingga Beliau berkata: "Mana tempat yang kau sukai untuk aku shalat di rumahmu?" Maka Beliau aku tunjukkan tempat yang aku sukai untuk aku shalat disana. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri lalu bertakbir. Dan kami pun berdiri membuat shaf di belakang Beliau, lalu Beliau shalat dua raka'at kemudian memberi salam dan kami pun memberi salam ketika Beliau memberi salam. Lalu aku tahan Beliau dengan menyuguhkan makanan dari daging yang kami masak untuk Beliau. Kemudian orang-orang mendengar kehadiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di rumahku. Lalu ada seorang diantara mereka yang mengabarkan sehingga orang-orang bertambah banyak yang berkumpul di rumahku. Berkata seorang dari mereka: "Apa yang dilakukan aku tidak setuju". Lalu ada seorang dari mereka yang berkata: "Inilah munafiq, yang tidak mencintai Allah dan RasulNya". Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata.: "Janganlah kamu ucapkan seperti itu. Bukankan kamu tahu dia telah mengucapkan laa ilaaha illallah dengan semata mengharap ridha Allah?" Orang itu berkata: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu". Adapun kami, demi Allah 'tidaklah kami melihat kecintaan dan ucapan Beliau ini kecuali untuk orang Munafiqin. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan mengharap ridha Allah ". Berkata, Mahmud bin Ar-Rabi': "Kemudian kisah ini aku ceritakan kepada kaum yang dikampung itu terdapat ada Abu Ayyub yang pernah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam perang yang Beliau lakukan yang ia menjadi wafat karenanya dan Yazid bin Mu'awiyah yang saat itu menjadi pemimpin mereka dibumi Rum. Maka Abu Ayyub mengingkari apa yang aku ceritakan seraya berkata: "Demi Allah, aku tidak percaya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan seperti yang kamu ceritakan". Pernyataan Abu Ayyub ini membuat aku sangat berat menerimanya sehingga aku serahkan diriku kepada Allah Ta'ala agar menyelamatkan aku sampai aku kembali dari perangku ini dengan tujuan agar aku bisa menanyakan hal ini kepada 'Itban bin Malik radliallahu 'anhu jika aku menjumpainya masih hidup di masjid kaumnya. Maka aku kembali lalu aku bertalbiyah (memulai) hajji dan 'umrah. Setelah itu aku pergi berjalan hingga sampai di kota Madinah. Kemudian aku mendatangi Bani Salim, disana aku jumpai 'Itban dalam kondisi yang sudah sangat tua dan telah buta matanya sedang shalat bersama kaumnya. Setelah selesai salam dari shalatnya aku memberi salam kepadanya lalu aku memberi tahu siapa aku lalu aku bertanya kepadanya tentang kisah yang aku maksud. Maka dia menceritakan kepadaku sebagaimana dia pernah menceritakan kali pertama dulu"
"Telah menceritakan kepada kami ['Abdul A'laa bin Hammad] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Ayyub] dan ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhumaa] berkata; Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Kerjakanlah di rumah-rumah kalian diantara shalat-shalat yang ada, dan jangan kalian jadikan (rumah-rumah kalian) sebagai kuburan". Hadits ini uga diperkuat oleh ['Abdul Wahhab] dari [Ayyub]"
""
""
"Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Zaid bin Rabah] dan ['Ubaidillah bin Abu 'Abdullah Al Ghorri] dari [Abu 'Abdullah Al Ghorri] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat di masjidku ini nilainya seribu kali lebih baik dibandingkan pada masjid lain kecuali pada Al Masjidil Haram"
"Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia adalah Ad-Dawraqiy telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ulayyah] telah mengabarkan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] bahwa [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhumaa] tidak pernah mengerjakan shalat Dhuha kecuali pada dua kali kesempatan (hari) yaitu hari ketika dia mengunjungi Makkah saat dia memasuki kota Makkah di waktu Dhuha lalu dia melakukan thawaf di Al Bait (Ka'bah) kemudian shalat dua raka'at di belakang Maqam (Ibrahim) dan satunya lagi saat dia mengunjungi masjid Quba', yang dia mendatanginya pada hari Sabtu. Bila dia sudah memasukinya, maka dia enggan untuk keluar darinya hingga dia shalat terlebih dahulu di dalamnya. Berkata, Nafi'; "Dan Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengunjungi (masjid Quba') baik dengan berkendaraan ataupun berjalan kaki". Berkata, Nafi'; "Dan Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Sesungguhnya aku mengerjakan yang demikian seperti aku melihat para sahabatku melakukannya, namun aku tidak melarang seseorangpun untuk mengerjakan shalat pada waktu kapanpun yang dia suka baik di waktu malam maupun siang hari, asalkan tidak bersamaan waktunya saat terbitnya matahari atau saat tenggelam"
"Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia adalah Ad-Dawraqiy telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ulayyah] telah mengabarkan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] bahwa [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhumaa] tidak pernah mengerjakan shalat Dhuha kecuali pada dua kali kesempatan (hari) yaitu hari ketika dia mengunjungi Makkah saat dia memasuki kota Makkah di waktu Dhuha lalu dia melakukan thawaf di Al Bait (Ka'bah) kemudian shalat dua raka'at di belakang Maqam (Ibrahim) dan satunya lagi saat dia mengunjungi masjid Quba', yang dia mendatanginya pada hari Sabtu. Bila dia sudah memasukinya, maka dia enggan untuk keluar darinya hingga dia shalat terlebih dahulu di dalamnya. Berkata, Nafi'; "Dan Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengunjungi (masjid Quba') baik dengan berkendaraan ataupun berjalan kaki". Berkata, Nafi'; "Dan Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma berkata: "Sesungguhnya aku mengerjakan yang demikian seperti aku melihat para sahabatku melakukannya, namun aku tidak melarang seseorangpun untuk mengerjakan shalat pada waktu kapanpun yang dia suka baik di waktu malam maupun siang hari, asalkan tidak bersamaan waktunya saat terbitnya matahari atau saat tenggelam"
"Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muslim] dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengunjungi masjid Quba' pada setiap hari Sabtu, baik dengan berkendaraan ataupun berjalan kaki". Dan Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma juga melakukannya seperti itu"
"Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari ['Ubaidullah] berkata, telah menceritakan kepada saya [Nafi'] dari [Ibnu'Umar radliallahu 'anhuma] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengunjungi masjid Quba' dengan berkendaraan ataupun berjalan kaki". Dan [Ibnu Numair] menambahkan, telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah] dari [Nafi']: "Maka Beliau mengerjakan shalat dua raka'at didalamnya"
"Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari ['Abdullah bin Abu Bakar] dari ['Abbad bin Tamim] dari ['Abdullah bin Zaid Al Maaziniy radliallahu 'anhu] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tempat yang ada diantara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) diantara taman-taman surga"
"Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Yahya] dari ['Ubaidullah bin 'Umar] berkata, telah menceritakan kepada saya [Khubaib bin 'Abdurrahman] dari [Hafsh bin 'Ashim] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diantara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) diantara taman-taman surga dan mimbarku berada pada telagaku (di surga)"
Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Abu Isa Muhammad bin Isa at-Tirmidzi
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Ahmad bin Syuaib an-Nasa'i
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332