Koleksi Kutubus Sittah (Shahih Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah) dilengkapi matan Arab, transliterasi, terjemahan, & penilaian ulama.
"Telah meceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar Al Abdi] telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jarir] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dia berkata; saya mendengar [Muhammad bin Ishaq] bercerita dari [Al Mutthalib bin Abdullah bin Qais bin Makhramah] dari [ayahnya] dari [kakeknya] dia berkata; "Aku dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan pada tahun gajah." Lalu Utsman bin 'Affan bertanya kepada [Qubats bin Asyyam] -saudaranya bani Ya'mar bin Laits- "Apakah anda lebih tua ataukah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" dia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih dewasa segala-galanya dari padaku sekalipun dari sisi usia aku lebih dahulu dilahirkan dari pada beliau, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan pada tahun gajah, sedang ibuku melahirkanku pada waktu itu juga." dia berkata; "(Waktu itu) aku juga sempat melihat kotoran burung telah berubah berwarna hijau." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib, kami tidak mengetahui (hadits tersebut) kecuali dari hadits Muhammad bin Ishaq"
"Telah menceritakan kepada kami [Al Fadhl bin Sahl Abu Al Abbas Al A'raj Al Baghdadi] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ghazwan Abu Nuh] telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin Abu Ishaq] dari [Abu Bakr bin Abu Musa] dari [ayahnya] dia berkata; "Abu Thalib dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju negeri Syam (untuk berniaga) bersama dengan pembesar-pembesar Quraisy, ketika mereka menjumpai seorang rahib, mereka singgah dan berhenti dari perjalanan mereka, tiba-tiba seorang Rahib keluar menemui mereka, padahal sebelum itu, rahib tersebut tidak pernah keluar walaupun ada sekelompok orang melewatinya, Abu Musa berkata; "Maka mereka meletakkan perbekalan mereka, kemudian Rahib itu menyibak jalan mereka sampai datang (di hadapan) beliau, sambil memegang tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Rahib itu berkata; "Orang ini akan menjadi pemimpin semesta alam, anak ini akan menjadi utusan Rab semesta alam dan akan di utus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam." Maka pembesar Quraisy berkata; "Dari mana anda tahu hal itu?" Rahib menjawab; "Sebenarnya semenjak kalian tiba di Aqabah, tidak ada bebatuan dan pepohonan pun melainkan mereka tunduk sujud, mereka tidak sujud melainkan kepada seorang Nabi, aku juga dapat mengetahui dari stempel kenabian yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya yang menyerupai buah apel." Kemudian Rahib itu kembali dan menjamu mereka dengan makanan, ketika Rahib itu mendatangi rombongan Quraisy yang mengikutsertakan nabinya, sedangkan nabi berada diantara rombongan unta, Rahib itu berkata; "Tolong utuslah beberapa orang untuk menjemputnya." Beberapa saat kemudian nabi datang dengan dinaungi sekumpulan awan di atas beliau. Ajaib, ketika Rahib itu mendekati rombongan, ia temukan mereka tengah berebutan mencari perlindungan bayang-bayang pohon. Anehnya ketika nabi duduk, justru bayang-bayang pohon itu mendekati beliau, kontan saja si Rahib mengatakan 'Coba kalian perhatikan, bayang-bayang pohon justru mendekati beliau'. (Kata Abu Musa), ketika sang rahib berdiri menghadap rombongan, ia memberi peringatan ' Maaf, hendaknya rombongan ini tidak meneruskan perjalanan menuju Romawi. Sebab kalaulah mereka melihatnya, tentu mereka mengetahuinya dengan tanda-tandanya, dan tentu mereka akan membunuhnya.' Ketika sang rahib menoleh, ternyata ada tujuh orang yang baru pulang dari Romawi dan menemui rombongan. Rahib bertanya kepada mereka; 'Apa yang mendorong kalian datang kemari? Rombongan itu menjawab; 'Begini, kami berangkat karena mendengar seorang nabi telah diutus di bulan ini, karenanya tak ada jalan lagi bagi kami selain beberapa orang harus diutus untuk menemuinya. Kami telah diberi tahu beritanya. Karenanya kami diutus dan berangkat melalui jalan yang akan kalian lewati ini.' Si rahib lantas berujar kepada rombongan Makkah; 'Mungkin kalian punya pendapat yang Allah akan memutuskannya?, Ataukah kalian hendak mengembalikan si bocah ini (maksudnya Muhammad) ke Makkah?." Jawab mereka; "Wahh, sepertinya tidak ada." Selanjutnya rombongan itu berbaiat kepada si rahib dan tinggal bersamanya beberapa waktu. Kata rahib; "Siapa walinya anak ini? Mereka menjawab; "Abu Thalib". Si rahib tiada henti-hentinya menasehati Abu Thalib hingga ia mau mengembalikan Muhammad (yang ketika itu belum menjadi nabi). Abu Bakar memerintahkan Bilal untuk mengawaninya, sedang si rahib memberinya bekal berupa kerupuk dan minyak." Abu Isa mengatakan; "Derajat hadits ini hasan gharib, kami tidak mengenalnya selain dari jalur ini"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Hisyam bin Hassan] dari ['Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerima wahyu ketika beliau berusia empat puluh tahun, beliau tinggal di Mekah selama tiga belas tahun dan di Madinah selama sepuluh tahun. Beliau wafat ketika beliau berusia enam puluh tiga tahun." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Hisyam] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat ketika beliau berusia enam puluh lima tahun." Abu Isa berkata; "Seperti ini Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, dan [Muhammad bin Isma'il] juga telah meriwayatkan darinya seperti itu"
"Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik bin Anas]. Dan telah di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami [Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Rabi'ah bin Abu Abdurrahman] bahwa dia mendengar [Anas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok orang yang berpawakan sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, tidak putih bule dan tidak pula coklat, tidak kriting dan tidak pula lurus rambutnya. Allah mengutusnya ketika beliau berusia empat puluh tahun, beliau tinggal di Makkah selama sepuluh tahun (lebih) dan di Madinah selama sepuluh tahun. Allah mewafatkannya ketika beliau berusia enam puluh tahun, di kepala serta jenggot beliau tidak lebih dari dua puluh helai rambut putih (uban)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dan [Mahmud bin Ghailan] keduanya berkata; telah memberitakan kepada kami [Abu Daud Ath Thayalisi] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Mu'adz Adl Dlabbi] dari [Simak bin Harb] dari [Jabir bin Samurah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di kota Makkah terdapat sebongkah batu (hajar aswad) yang mengucapkan salam kepadaku pada malam hari dimana aku diutus, sedangkan sekarang aku benar-benar mengetahuinya." Perawi (Abu Isa) berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman At Taimi] dari [Abu Al 'Ala`] dari [Samurah bin Jundab] dia berkata; "Kami bergantian makan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di satu mangkok, mulai dari pagi hari hingga malam hari, sepuluh orang berdiri selesai makan, kemudian bergantian sepuluh orang lagi duduk makan." Lalu kami bertanya; "Dari mana jumlah (makanan) ini bertambah?" Beliau menjawab: "Dari mana lagi jumlah (makanan) itu bertambah kalau tidak dari sini?" sedang tangan beliau ketika itu menunjuk ke langit." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin Ya'qub Al Kufi] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Abu Tsaur] dari [As Suddi] dari ['Abbad bin Abu Yazid] dari [Ali bin Abu Thalib] dia berkata; "(Ketika) Kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di kota Makkah, lalu kami keluar ke suatu pelosoknya, dan tidak ada satu pun pegunungan dan pepohonan yang kami lewati kecuali ia mengucapkan "Assalamualaika ya Rasulullah (keselamatan bagimu ya Rasulullah)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya gharib, dan telah diriwayatkan oleh beberapa perawi dari Al Walid bin Abu Tsaur, mereka berkata; dari 'Abbad Abu Yazid di antaranya adalah Farwah bin Abu Al Maghra"
"Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Yunus] dari [Ikrimah bin 'Ammar] dari [Ishaq bin Abdullah bi Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah disamping pohon kurma, kemudian para sahabat membuatkan mimbar untuk beliau, lalu beliau berkhutbah diatasnya, tiba-tiba batang kurma tersebut merintih bagaikan rintihan unta betina, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam turun (dari mimbar) dan mengusapnya, akhirnya ia pun tenang kembali." Dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ubay, Jabir, Ibnu Umar, Sahl bin Sa'd, Ibnu Abbas dan Ummu Salamah. Abu Isa berkata; "hadits ini derajatnya hasan shahih gharib melalui jalur ini"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Abu Zhabyan] dari [Ibnu Abbas] dia berkata; "Seorang arab badui datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Dengan apa aku mengetahui bahwa dirimu seorang Nabi?" beliau bersabda: "Jika aku memanggil setandan kurma dari pohon kurma ini (kemari) apakah kamu mau bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?" kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil setandan kurma tersebut, tiba-tiba setandan kurma itu turun dan terjatuh di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau bersabda; "Kembalilah." Maka setandan kurma itu kembali ke tempatnya semula, setelah (peristiwa) itu seorang badui tersebut masuk Islam." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Bundar] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Ashim] telah menceritakan kepada kami ['Azrah bin Tsabit] telah menceritakan kepada kami ['Alba` bin Ahmar] telah menceritakan kepada kami [Abu Zaid bin Akhthab] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengusapkan tangannya ke wajahku sambil mendo'akanku." Azrah berkata; "Sungguh, (setelah itu) Abu Zaid bin Akhthab hidup selama seratus dua puluh tahun hingga tidak ada rambut dikepalanya kecuali berwarna putih." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib dan Abu Zaid nama aslinya adalah Amru bin Akhthab"
"Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Musa Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] dia berkata; aku memaparkan (hadits) kepada [Malik bin Anas] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] bahwa dia mendengar [Anas bin Malik] berkata; Abu Thalhah berkata kepada Ummul Sulaim; "Aku mendengar suara lirih Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, aku tahu bahwa beliau merasa lapar, apakah kamu memiliki sesuatu?" dia menjawab; "Ya." kemudian dia mengeluarkan beberapa genggam gandum, setelah itu dia mengambil kerudungnya dan melipat sebagian roti dan menekannya di tanganku lalu memberiku sebagian yang lain. Lalu dia mengutusku menemui Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, Ummu Sulaim berkata; "Lalu aku membawanya menemui Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, ternyata beliau sedang duduk-duduk dimasjid bersama para sahabat, lalu aku berdiri di hadapan mereka, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apakah Abu Thalhah yang mengirimmu kemari?" Aku menjawab; "Ya." beliau bersabda: "Apakah untuk membawa makanan?" Aku menjawab; "Ya." lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Bagi siapa yang ingin bersamanya maka berdirilah, " kemudian beliau pergi dan akupun pergi bersama mereka, hingga aku menemui Abu Thalhah dan mengabarkan hal itu kepadanya, Abu Thalhah berkata; "Hai Ummu Sulaim, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah datang bersama para sahabat, sedangkan kita tidak memiliki makanan untuk menjamu mereka." Dia menjawab; "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Anas bin Malik berkata; "Lalu Abu Thalhah pergi menemui Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam datang menyambut hingga Abu Thalhah bersama beliau masuk rumah, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Kemarilah hai Ummu Sulaim, apa yang kau miliki?" Lalu ia datang dengan roti itu, kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam memerintahkan (untuk di hidangkan), maka dia membagi-bagi dan memerah susu murni miliknya dan menghidangkannya sebagai lauk untuk beliau, kemudian Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengucapkan sesuatu sebagaimana yang di kehendaki Allah, lalu bersabda: "Izinkanlah sepuluh orang untuk masuk." Dia pun mengzinkan, lalu mereka masuk dan makan hingga kenyang kemudian keluar, beliau bersabda lagi: "Izinkanlah sepuluh orang lagi untuk masuk." dia pun mengizinkan, lalu masuklah sepuluh orang, setelah itu mereka makan hingga kenyang kemudian keluar, hingga pada hari itu, seluruh orang makan dan kenyang semuanya, ketika itu jumlah mereka sekitar tujuh puluh atau delapan puluh orang." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Musa Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik] dia berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam -ketika waktu Ashar telah tiba- dan orang-orang sedang mencari air wudlu`, namun mereka belum mendapatkannya. Lantas dibawakan air wudlu` kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam meletakkan tangannya kedalam bejana tersebut. beliau pun memerintahkan orang-orang untuk berwudlu` darinya. Anas berkata; "Aku melihat air mengalir dari bawah jari-jari beliau, sehingga mereka berwudlu` sampai orang yang terakhir." Dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Imran bin Hushain dan Ibnu Mas'ud, Jabir serta Ziyad bin Al Harits Ash Shuda`i. Abu Isa berkata; "Hadits Anas derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Al Anshari Ishaq bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Bukair] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Asiyah] bahwa dia berkata; "Permulaaan wahyu kenabian yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam -ketika Allah hendak menghendaki kemuliaan dan kasih sayang terhadap hamba-Nya- bahwa tidaklah beliau bermimpi kecuali datang seperti cahaya shubuh. Kemudian beliau berdiam diri (bertahannuts) sebagaimana yang di kehendaki Allah, beliau juga dianugerahi kecintaan untuk menyendiri, dan tidak ada suatu aktifitas yang beliau cintai kecuali untuk menyendiri." Abu Isa berkata; "Haidts ini derajatnya hasan shahih gharib"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] dia berkata; "Kalian menganggap tanda-tanda (kebesaran Allah) sebagai adzab (siksa) sedangkan kami pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganggapnya sebagai berkah. Sesungguhnya dahulu kami makan makanan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan kami mendengar makanan tersebut bertasbih ketika kami makan." Abdullah berkata; "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberi bejana (yang terdapat sedikit air), lalu beliau meletakkan tangannya didalamnya, maka dari jari jemari beliau mengeluarkan air. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "mari kita berwudlu dengan air yang diberkahi, yaitu keberkahan yang datang dari langit." Maka kami semua dapat berwudhu." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Musa Al Anshari] telah menceritakan kepada kami [Ma'n] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah] bahwa Al Harits bin Hisyam bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam; "Bagaimana wahyu datang kepada anda?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahyu datang kepadaku seperti gemirincingnya lonceng dan cara ini yang paling berat bagiku. terkadang, malaikat menyerupai seorang laki-laki, lalu ia berbicara kepadaku, maka aku berusaha memahami (mencerna) apa yang ia katakan." Aisyah berkata; "Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari yang sangat dingin, lalu terhenti wahyu tersebut, dan sungguh kening belaiu bercucuran keringat." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra`] dia berkata; "Aku tidak pernah melihat seseorang yang rambutnya terjuntai lebih bagus di saat mengenakan pakaian berwarna merah dari pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau memiliki rambut (yang panjangnya) mendekati kedua pundak beliau, tidak panjang dan tidak pendek." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Humaid bin Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Abu Ishaq] dia berkata; "Seseorang bertanya kepada [Al Barra`]; "Apakah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti (kilatan) pedang?" dia menjawab; " Tidak, namun seperti bulan." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih"
"Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari ['Utsman bin Muslim bin Hurmus] dari [Nafi' bin Jubair bin Muth'im] dari [Ali] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah tinggi dan tidak pula pendek, telapak tangan dan kakinya kasar, kepalanya besar, tulang kepalanya juga besar, rambut dadanya lebat, Jika beliau berjalan tegak seolah-olah seseorang yang sedang naik dari suatu tempat yang rendah. Saya belum pernah menjumpai orang seperti beliau Shalla Allahu 'alaihi wa sallam, sebelum dan sesudahnya." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih, telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [ayahku] dari [Al Mas'udi] dengan isnad ini semisal hadits di atas"
"Telah menceritakan kepada kami [Abu Ja'far Muhammad bin Al Husain bin Abu Halimah] dari daerah Qahsril Ahnaf, dan [Ahmad bin 'Abdah Adl Dlabbi] serta [Ali bin Hujr] sedangkan (riwayatnya) semakna, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Abdullah] bekas budak (yang telah dimerdekakan oleh) Ghufrah, telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Muhammad] -salah seorang anak Ali bin Abu Thalib- dia berkata; Apabila [Ali radliallahu 'anhu] menshifati Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dia berkata; Beliau adalah sosok orang yang berpawakan tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, orang yang berpawakan sedang-sedang, rambutnya tidak kaku dan tidak pula keriting, rambutnya lebat, tidak gemuk dan tidak pula kurus, wajahnya sedikit bulat, kedua biji matanya sangat hitam, bulu matanya panjang, persendian-persendiannya yang pokok besar, bahunya bidang, bulu dadanya lembut, tidak ada bulu-bulu di badan, telapak kakinya tebal, jika berjalan seakan-akan sedang berjalan di jalanan yang menurun, jika menoleh seluruh badannya ikut menoleh, di antara kedua bahunya ada stempel kenabian yaitu stempel para Nabi, telapak tangannya bagus, dadanya bidang, yang paling jujur bicaranya, yang lembut perangainya, yang paling mulia pergaulannya, siapa pun yang tiba-tiba memandangnya tentu menaruh hormat kepadanya, siapa yang bergaul dengannya tentu akan mencintainya." Dia melanjutkan; "Aku tidak pernah melihat orang yang seperti beliau sebelum maupun sesudahnya." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan gharib, dan isnadnya tidak bersambung. Abu Ja'far berkata; "Saya mendengar Al Ashma'i berkata dalam tafsirnya tentang sifat kepribadian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yaitu; "panjang (rambutnya) menjuntai, dan saya mendengar seorang Arab badui berkata; "Sangat panjang maksudnya tinggi panjang, sedangkan berperawakan pendek maksudnya sebagian (dari anggota badannya) sangat pendek, keriting maksudnya (rambutnya) sangat keriting (kribo) seperti seseorang yang rambutnya berkelok-kelok artinya bengkok-bengkok, sedangkan "Al Muthahham" maksudnya banyak dagingnya, Al Mukaltsam maksudnya wajahnya bulat (oval), dan Al Musyrab maksudnya seakan-akan di ubun-ubunnya ada warna agak kemerah-merahan, sedangkan matanya hitam maksudnya (biji) matanya berwarna hitam, al Ahdab maksudnya bulu matanya panjang, Al Katadu maksudnya kedua bahunya bidang, yang (di depannya) dadanya terdapat bulu yaitu bulu dada yang sangat lembut yang terdapat pada daerah antara dada hingga pusar, dan Syatsnu maksudnya telapak tangan dan kakinya tebal, At Taqallu' maksudnya berjalan dengan penuh kekuatan, dan Ash Shabab maksudnya tempat yang menurun seperti kalimat; "inhadarnaa fie shabuubin wa shababin" artinya; "kami berjalan di daerah yang menurun." Sedangkan perkataannya; "Besar tulang pangkalnya, yang di maksud adalah tulang pokok persendiannya." Al 'Isyrah adalah As Shuhbah (pergaulan) sedangkan Al 'Asyir adalah Ash Shahib (teman) dan Al Badihah adalah Al Mufaja`ah (secara tiba-tiba), contoh perkataan; "Badahtu bi amrin" maksudnya adalah; aku melakukan sesuatu kepadanya secara tiba-tiba"
Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Abu Isa Muhammad bin Isa at-Tirmidzi
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Ahmad bin Syuaib an-Nasa'i
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah
Warning: Undefined array key "deskripsi" in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332
Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u189255834/domains/valtechss.my.id/public_html/esimbas/app/views/aplikasi/hadits.php on line 332