Riya yang Muncul di Tengah Ibadah
Deskripsi Pertanyaan / Kasus Masalah
Tashawwur al-Mas'alah (تصور المسألة)
Jika seseorang awalnya ikhlas kemudian muncul keinginan dipuji manusia ketika sedang beribadah, apakah seluruh amalnya otomatis batal?
Keputusan & Rumusan Hukum
Al-Hukmu wa al-Khatimah (الحكم والخاتمة)
Riya berkaitan dengan niat. Munculnya lintasan hati yang tidak diinginkan tidak otomatis sama dengan sengaja mengubah niat menjadi riya. Yang perlu diperhatikan adalah apakah seseorang menerima, mempertahankan, dan sengaja mengarahkan amal tersebut untuk mendapatkan pujian manusia.
Dasar Hukum & Nash Ibaraat Kitab
Al-Ibarat min Kutub as-Salaf (العبارة من كتب السلف)
إِذَا عَرَضَ الرِّيَاءُ بَعْدَ عَقْدِ النِّيَّةِ الْخَالِصَةِ، فَإِنْ دَافَعَهُ الْعَبْدُ وَكَرِهَهُ لَمْ يُحْبِطْ عَمَلَهُ، أَمَّا إِنْ سَكَنَ إِلَيْهِ وَعَمِلَ لِأَجْلِهِ بَطَلَ ثَوَابُ ذَلِكَ الْفِعْلِ.
Maraji' / Rujukan Kitab:
Ihya' Ulumiddin, Juz IV; Risalah al-Qusyairiyah; Al-Asybah wa an-Nazha'ir