Hakikat Ikhlas, Tingkatan Riya, dan Cara Mengobati Penyakit Hati
Deskripsi Pertanyaan / Kasus Masalah
Tashawwur al-Mas'alah (تصور المسألة)
Apakah amalan ibadah yang pada awalnya ikhlas lalu terlintas rasa ingin dipuji (riya/sum'ah) di tengah-tengah ibadah otomatis membatalkan pahala ibadah secara keseluruhan?
Keputusan & Rumusan Hukum
Al-Hukmu wa al-Khatimah (الحكم والخاتمة)
1. Jika riya muncul di awal dan menjadi pendorong utama ibadah, maka amalan tersebut tidak berpahala.
2. Jika rasa riya datang di tengah-tengah ibadah dan langsung dilawan serta ditolak oleh hamba, maka amalan tetap sah dan berpahala penuh.
3. Tingkatan Ikhlas tertinggi (Khawwashul Khawwash) adalah beribadah semata-mata mengharap ridha Allah tanpa memikirkan pahala surga maupun takut neraka.
2. Jika rasa riya datang di tengah-tengah ibadah dan langsung dilawan serta ditolak oleh hamba, maka amalan tetap sah dan berpahala penuh.
3. Tingkatan Ikhlas tertinggi (Khawwashul Khawwash) adalah beribadah semata-mata mengharap ridha Allah tanpa memikirkan pahala surga maupun takut neraka.
Dasar Hukum & Nash Ibaraat Kitab
Al-Ibarat min Kutub as-Salaf (العبارة من كتب السلف)
الْإِخْلَاصُ هُوَ تَصْفِيَةُ الْفِعْلِ عَنْ مُلَاحَظَةِ الْمَخْلُوقِينَ. وَقَالَ سَهْلٌ: الْإِخْلَاصُ أَنْ يَكُونَ سُكُونُ الْعَبْدِ وَحَرَكَاتُهُ لِلَّهِ تَعَالَى خَاصَّةً.
Maraji' / Rujukan Kitab:
Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali Juz 4 Hal. 378; Risalah Al-Qusyairiyah Hal. 182