Hukum Menjamak dan Qashar Shalat Bagi Musafir (Jarak Marhalatain & Batas Tinggal)
Deskripsi Pertanyaan / Kasus Masalah
Tashawwur al-Mas'alah (تصور المسألة)
Berapakah batas minimal jarak perjalanan (syarat marhalatain) untuk diperbolehkan meng-qashar dan menjamak shalat, serta berapa hari batas tinggal di tempat tujuan?
Keputusan & Rumusan Hukum
Al-Hukmu wa al-Khatimah (الحكم والخاتمة)
1. Jarak minimal perjalanan (2 marhalah) adalah kurang lebih 81-84 Kilometer.
2. Batas waktu tinggal di tempat tujuan bagi musafir untuk tetap boleh menjamak/meng-qashar adalah MAKSIMAL 4 HARI (tidak menghitung hari kedatangan dan hari kepulangan). Jika berniat tinggal lebih dari 4 hari sejak awal, maka status musafirnya gugur begitu sampai di tujuan.
2. Batas waktu tinggal di tempat tujuan bagi musafir untuk tetap boleh menjamak/meng-qashar adalah MAKSIMAL 4 HARI (tidak menghitung hari kedatangan dan hari kepulangan). Jika berniat tinggal lebih dari 4 hari sejak awal, maka status musafirnya gugur begitu sampai di tujuan.
Dasar Hukum & Nash Ibaraat Kitab
Al-Ibarat min Kutub as-Salaf (العبارة من كتب السلف)
شَرْطُ القَصْرِ أَنْ تَكُونَ المَسَافَةُ أَرْبَعَةَ بُرُدٍ وَهِيَ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا (81 كم). وَلاَ يَحْسُبُ يَوْمَ الدُّخُولِ وَيَوْمَ الخُرُوجِ.
Maraji' / Rujukan Kitab:
Fathul Wahhab Juz 1 Hal. 75; Fathul Mu'in Hal. 38; Pustaka Fiqh NU Online